<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241</id><updated>2011-04-22T02:58:10.515+08:00</updated><title type='text'>Tembang Mahakam: Nyanyian Sungai Khatulistiwa</title><subtitle type='html'>Mahakam, o, mahakam. Kutuliskan semua rasa yang menggelora itu di sini. Di antara riak gelombangmu yang tak pernah bosan kutatap berlama-lama. Ijinkan sajak-sajak ini terus kudendangkan, bersama angin dan kapal yang lewat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-116495427327979883</id><published>2006-11-28T14:14:00.000+08:00</published><updated>2006-12-01T14:24:33.290+08:00</updated><title type='text'>KERETA TERAKHIR</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal kau, lalu aku. Dan hati kita segera kosong seperti&lt;br /&gt;stasiun ini. Rel beku, gerbong sunyi. Bahkan menyentuh&lt;br /&gt;lenganmu saja aku tak berani. Adakah wajah selain wajah&lt;br /&gt;kita di sini? Bulan pucat, wajah kita terpantul asing di&lt;br /&gt;ujung peron. Pepohon berjajar dalam bayang remang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin, bisikmu. Aku mendengarnya seperti lagu lirih&lt;br /&gt;menembus lembut gendangku. Merayap seperti kabut&lt;br /&gt;di kepalaku, kabut yang dingin. Musim tak selalu ramah.&lt;br /&gt;Entah mana yang lebih menakutkan. Ketakmampuanku&lt;br /&gt;melukis garis malam atau aku yang meradang membaca&lt;br /&gt;matamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa nyanyi serangga, bulan pucat, dan perempuan,&lt;br /&gt;bersekutu mereka memasung malam. Tawang yang sepi,&lt;br /&gt;Tawang yang nglangut. Meski padanya telah terekam&lt;br /&gt;beribu cerita. Duka bahagia, jangan tanyakan lagi. Tak&lt;br /&gt;usah bersenandung cinta di sini, katamu. Sebab terlalu&lt;br /&gt;banyak onggokan luka dan ceceran derita. Ah, padahal&lt;br /&gt;aku berharap, cinta dapatlah menghapus nestapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap persinggahan mencatat sisa tanya. Pun di sini.&lt;br /&gt;Kereta datang dan pergi. Kisahpun bertumpuk. Telah&lt;br /&gt;penuh lantai dinding atap stasiun dengan roman segala&lt;br /&gt;abad. Kau temukan dirimu di sini? Seekor serangga&lt;br /&gt;menabrak tiang lampu jalan. Kita terhenyak. Sungguh&lt;br /&gt;waktu dan kita telah saling memburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deru kereta seperti masih ada. Kereta yang melintas&lt;br /&gt;di selasar hati. Tetap saja sunyi. Berpuluh pena telah&lt;br /&gt;patah di tengah, teriris senyum di sudut bibir. Sungguh,&lt;br /&gt;memuisikanmu sama sulitnya dengan menerka adakah&lt;br /&gt;seseorang di stasiun berikut yang menunggu sepi seperti&lt;br /&gt;kita? Tetap saja sunyi. Bangku-bangku, tiang, dan loket&lt;br /&gt;telah tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kutembangkan Asmaradana, tapi nanti kau terpejam.&lt;br /&gt;Barangkali jaman telah memutus, biarlah, di setiap&lt;br /&gt;persinggahan selalu ada yang bermekaran. Tak ada yang&lt;br /&gt;kekal. Seperti lamunan kita yang terbuyar ketika suara itu&lt;br /&gt;mengirim pesan, dan sorot lampu yang membelah kabut di&lt;br /&gt;kejauhan. Kereta terakhir. Seperti pertanda, akankah kisah&lt;br /&gt;berakhir? Tak perlu dipercakapkan. Berikan saja dekapan&lt;br /&gt;terhangat. Juga butir airmata penghabisan, yang masih&lt;br /&gt;bisa kuusap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 28/11/2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-116495427327979883?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/116495427327979883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/11/kereta-terakhir.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/116495427327979883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/116495427327979883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/11/kereta-terakhir.html' title='KERETA TERAKHIR'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-116493086659562076</id><published>2006-10-11T07:42:00.001+08:00</published><updated>2006-12-01T14:47:09.500+08:00</updated><title type='text'>MERINDU RAMADHAN</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan mendatangiku seperti seseorang&lt;br /&gt;yang muncul dari masa kecil. Membawa&lt;br /&gt;cerita tentang petasan dan meriam bumbung.&lt;br /&gt;Juga sepotong kisah ketika malam-malam&lt;br /&gt;serombongan kanak berkeliling kampung,&lt;br /&gt;memukuli bambu, membanguni petani yang&lt;br /&gt;lelap dalam mimpi tentang panen semu&lt;br /&gt;dan musim yang melambai pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan mengunjungiku. Ia datang, seperti&lt;br /&gt;seorang utusan dari negeri kubur. Berkisah&lt;br /&gt;tentang jiwa-jiwa yang meluruh, menggumuli&lt;br /&gt;malam dengan zikir-zikir panjang, dengan&lt;br /&gt;tasbih yang tiap butirnya adalah airmata&lt;br /&gt;yang membatu. Membawakanku cermin, yang&lt;br /&gt;padanya tergambar segala coreng legam&lt;br /&gt;jejak langkahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan menyapaku, memegang pundakku.&lt;br /&gt;Ia sungguh membuat tersipu saat berkata&lt;br /&gt;bahwa menahan lapar adalah hal paling&lt;br /&gt;ringan dari seribu ujian yang seharusnya&lt;br /&gt;ditanggung. Sudahkah dapat ditahan mata&lt;br /&gt;yang mengerjap ketika sesosok tubuh sedang&lt;br /&gt;menghidangkan hasrat purbawi? Sudahkah&lt;br /&gt;lidah ditahan untuk tak mengumpat barang&lt;br /&gt;sehari? Sudahkan telinga dapat dikekang&lt;br /&gt;untuk tak larut dalam gunjingan tanpa&lt;br /&gt;arti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah sahabat siang, adalah&lt;br /&gt;sahabat malam. Ia mentertawakanku yang&lt;br /&gt;menyambut azan magrib dengan kegairahan&lt;br /&gt;orang kelaparan. Kepadaku ia nyanyikan&lt;br /&gt;kidung tentang rintihan orang-orang&lt;br /&gt;yang seluruh isi hidupnya adalah lapar.&lt;br /&gt;Ramadhan mentertawakanku yang bersantap&lt;br /&gt;sahur seperti reptil yang akan seminggu&lt;br /&gt;tak makan. Bahwa masihkah bernama ujian&lt;br /&gt;ketika tak berusaha menjalani dengan&lt;br /&gt;apa adanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesingkat musim yang pendek, aku tahu&lt;br /&gt;Ramadhan akan meninggalkanku pula. Di&lt;br /&gt;ujung ladang, ketika orang-orang bersuka&lt;br /&gt;cita, menabuh genderang hari kemenangan.&lt;br /&gt;Ia yang suci tetap menyisakan misteri,&lt;br /&gt;mengapa tetap pergi dengan mata berlinang?&lt;br /&gt;Sebab selekas perginya, orang-orang akan&lt;br /&gt;lekas juga lena. Bukankah sudah tak lagi&lt;br /&gt;Ramadhan, bukankah pada masanya ia akan&lt;br /&gt;tetap mengunjungi kita lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan yang tabah, Ramadhan yang setia.&lt;br /&gt;Tapi, akankah ia masih setia datang&lt;br /&gt;kepada seorang beruban, berlengan keriput&lt;br /&gt;yang menggigil dalam himpit noda lumpur&lt;br /&gt;dunia? Ia yang tak menemui, ataukah kita&lt;br /&gt;yang tak lagi menemui, apalah bedanya.&lt;br /&gt;Akan ada masa, ketika kita dan Ramadhan&lt;br /&gt;tak lagi dapat saling bersua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 11 Oktober 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-116493086659562076?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/116493086659562076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/10/merindu-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/116493086659562076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/116493086659562076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/10/merindu-ramadhan.html' title='MERINDU RAMADHAN'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115683234723605138</id><published>2006-08-29T14:14:00.000+08:00</published><updated>2006-08-29T14:19:07.250+08:00</updated><title type='text'>PERNIKAHAN</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;(untuk Poppy, sebuah kado yang telat disampaikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau sentuh kaki perempuan&lt;br /&gt;itu, kau letakkan kepalamu di&lt;br /&gt;pangkuannya. Kau rasakan,&lt;br /&gt;pipimu dipenuhi kehangatan&lt;br /&gt;kasih yang selalu kau damba&lt;br /&gt;sejak belia. Dengan pelan,&lt;br /&gt;kau ucap: "Ibu, sudah&lt;br /&gt;bolehkah aku menikah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tersenyum. Ia&lt;br /&gt;menyentuh rambutmu, lalu&lt;br /&gt;menelusuri dari pangkal&lt;br /&gt;sampai ujung. Berkali-kali.&lt;br /&gt;Ah, kau ingin itu abadi.&lt;br /&gt;Jemari ibu yang menyematkan&lt;br /&gt;sejuta cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernihakan itu, anakku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ketika matahari dan&lt;br /&gt;rembulan saling bertukar senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ketika cinta tak lagi&lt;br /&gt;cukup diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ketika awan tak lagi bosan&lt;br /&gt;menjelma hujan, menyiram padang&lt;br /&gt;belukar dan karenanya bunga-bunga&lt;br /&gt;dapat bermekaran sepanjang musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ketika kaupun siap menjadi&lt;br /&gt;diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu mengangkatmu berdiri,&lt;br /&gt;mencium keningmu dan memelukmu&lt;br /&gt;dengan dekapan terhangat, seperti&lt;br /&gt;yang biasa ia lakukan padamu&lt;br /&gt;beribu kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Agt 06&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115683234723605138?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115683234723605138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/pernikahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115683234723605138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115683234723605138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/pernikahan.html' title='PERNIKAHAN'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115586497961240385</id><published>2006-08-16T09:12:00.000+08:00</published><updated>2006-08-18T09:38:38.316+08:00</updated><title type='text'>GADIS YANG MENULIS PUISI</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;:untuk hadiah ultah Maulin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang berdiri di&lt;br /&gt;simpang usia itu, sangat&lt;br /&gt;ingin membenci waktu.&lt;br /&gt;Baginya, waktu hanya seperti&lt;br /&gt;angin, sahabatnya yang lain.&lt;br /&gt;Tak pernah benar-benar di&lt;br /&gt;sisinya, terus mengalir dan&lt;br /&gt;hanya menyisakan peristiwa-&lt;br /&gt;peristiwa yang harus dikenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia akhirnya sampai&lt;br /&gt;di simpang ke-19, ia berkata&lt;br /&gt;pada masa remajanya: "Maukah&lt;br /&gt;kau untuk terus bersamaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja itu cukup bijak.&lt;br /&gt;Ia sudah cukup banyak bertemu&lt;br /&gt;dengan gadis-gadis yang selalu&lt;br /&gt;menangisi perpisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tak pernah berpisah, wahai&lt;br /&gt;bunga yang berseri. Aku akan ada&lt;br /&gt;di satu ruang rahasia di hatimu.&lt;br /&gt;Akan ada setiap kau merinduku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap saja gadis itu bersedih.&lt;br /&gt;Angin yang tak tega menyaksikan,&lt;br /&gt;memetik setangkai daun seroja&lt;br /&gt;dan membawa ke pangkuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tulislah puisi di daun ini", kata&lt;br /&gt;angin," tentang matahari saja.&lt;br /&gt;Ia tak pernah berubah. Bukankah&lt;br /&gt;sejak kecil kau punya matahari&lt;br /&gt;yang sama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu tersenyum berbinar. Sejak&lt;br /&gt;itu ia tahu, ia bisa bermanja dengan&lt;br /&gt;seluruh masa lalunya, dengan menulis&lt;br /&gt;puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 16/08/2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115586497961240385?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115586497961240385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/gadis-yang-menulis-puisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115586497961240385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115586497961240385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/gadis-yang-menulis-puisi.html' title='GADIS YANG MENULIS PUISI'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115586333768860894</id><published>2006-08-11T09:05:00.000+08:00</published><updated>2006-08-18T09:08:57.700+08:00</updated><title type='text'>EGA</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seolah bersungguh, pria&lt;br /&gt;itu berbisik kepadamu:&lt;br /&gt;"Telah aku taruh sepotong sajak,&lt;br /&gt;di salah satu sudut meja. Pada&lt;br /&gt;bagian yang paling rahasia. Adakah&lt;br /&gt;kau temukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau boleh tersipu, tapi tak perlu&lt;br /&gt;takut. Ia hanya pria, Ga. Seorang&lt;br /&gt;pria, yang bersenandung tentang&lt;br /&gt;hasrat purba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membayangkan, dalam kilau cahaya,&lt;br /&gt;dan alun melodi bossas, menulis puisi&lt;br /&gt;di atas kulit tubuhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah malu untuk tertawa. Kau&lt;br /&gt;bayangkan, seorang pria akan&lt;br /&gt;mengaduh terjengkang, tergelincir&lt;br /&gt;kulit betismu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah di hatimu banyak warna? Seperti&lt;br /&gt;warna-warna bola yang kau susun dalam&lt;br /&gt;bentuk segitiga, sesaat sebelum pukulan&lt;br /&gt;spot pertama membuatnya berantakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya pria, Ga. Yang pasti akan pulang&lt;br /&gt;ketika malam benar-benar menjadi gelap.&lt;br /&gt;Tetap saja ia masih mengganggumu:&lt;br /&gt;"Masih maukah kau berlelah mencari&lt;br /&gt;potongan sajak yang lain? Aku menaruhnya&lt;br /&gt;di antara 15 bola di atas meja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ia hanya pria. Masih juga kau pedulikan.&lt;br /&gt;Dan ketika kau sadar, kau akan dapati&lt;br /&gt;:Pria itu ternyata selalu menulis potongan&lt;br /&gt;sajak di bola nomor delapan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 11/08/2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115586333768860894?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115586333768860894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/ega.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115586333768860894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115586333768860894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/ega.html' title='EGA'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115571534162701513</id><published>2006-08-08T15:59:00.000+08:00</published><updated>2006-08-16T16:02:21.640+08:00</updated><title type='text'>LELAKI DAN REMBULAN (3)</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang tersungkur bersimbah darah&lt;br /&gt;itu mengaku telah mencabik wajah dan&lt;br /&gt;hampir seluruh tubuhnya. Ia telah&lt;br /&gt;bersalah dan memohon kekasihnya&lt;br /&gt;untuk menghukum. Ia telah berselingkuh&lt;br /&gt;dengan rembulan. Kekasihnya tak memaafkan,&lt;br /&gt;tak menghukum, dan hanya memberi pilihan&lt;br /&gt;:dirinya atau rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu menghukum diri atas&lt;br /&gt;kesalahannya, tapi untuk pilihan itu&lt;br /&gt;ia putuskan untuk melewati seluruh&lt;br /&gt;malamnya bersama rembulan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115571534162701513?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115571534162701513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/lelaki-dan-rembulan-3.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115571534162701513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115571534162701513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/lelaki-dan-rembulan-3.html' title='LELAKI DAN REMBULAN (3)'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115571351040648707</id><published>2006-08-07T15:28:00.000+08:00</published><updated>2006-08-16T15:31:50.406+08:00</updated><title type='text'>LELAKI DAN REMBULAN (2)</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu terus memohon kepada Tuhan,&lt;br /&gt;agar kiranya sudi mengubah dirinya&lt;br /&gt;menjadi kanak lagi. Ia sudah membayangkan&lt;br /&gt;sebuah tempat, sebuah padang rumput&lt;br /&gt;dengan sedikit semak di tengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin di suatu malam, bertelanjang&lt;br /&gt;dada tanpa sepatu mengendap dalam semak&lt;br /&gt;itu. Sekedar ingin tahu siapakah raksasa&lt;br /&gt;yang selalu memangsa rembulan itu.&lt;br /&gt;Menyisakan irisan melengkung yang&lt;br /&gt;makin menipis, lalu ketika kekenyangan&lt;br /&gt;ia akan mengembalikan sedikit demi&lt;br /&gt;sedikit wajah sang rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya pernah membisikkan satu rahasia&lt;br /&gt;:raksasa itu hanya mau menampakkan&lt;br /&gt;wajahnya pada seorang kanak!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115571351040648707?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115571351040648707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/lelaki-dan-rembulan-2.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115571351040648707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115571351040648707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/lelaki-dan-rembulan-2.html' title='LELAKI DAN REMBULAN (2)'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115571327262778106</id><published>2006-08-07T15:25:00.000+08:00</published><updated>2006-08-16T15:27:52.626+08:00</updated><title type='text'>LELAKI DAN REMBULAN (1)</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu sangat ingin memanah&lt;br /&gt;rembulan. Tepat di tengahnya.&lt;br /&gt;Darah yang memancar ia harapkan&lt;br /&gt;akan membuat seluruh malam&lt;br /&gt;berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak suka malam yang pucat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bidikannya selalu meleset,&lt;br /&gt;dan setelah bertimbang segala&lt;br /&gt;sesuatunya, maka malam itu&lt;br /&gt;ia putuskan untuk memanah&lt;br /&gt;jantungnya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115571327262778106?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115571327262778106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/lelaki-dan-rembulan-1.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115571327262778106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115571327262778106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/lelaki-dan-rembulan-1.html' title='LELAKI DAN REMBULAN (1)'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115571293018458198</id><published>2006-08-04T15:11:00.000+08:00</published><updated>2006-08-18T07:59:16.046+08:00</updated><title type='text'>PARTITUR SETENGAH JADI</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang mengaku bernama malam, mendatangiku di satu waktu. Entah kapan itu. Tanpa senyum, tanpa salam. Aku tak terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah pesananku sudah jadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, ialah yang telah memesan lagu padaku. Pesanan yang telah menghabiskan hampir seluruh waktuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum, komposisinya tak mudah. Kau terlalu banyak meminta nada minor."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, kau pasti bisa. Selesaikanlah. Kali ini aku akan menemanimu, hingga selesai. Dan seperti kau tahu, waktuku selalu terbatas. Buatlah spesial. Aku tak mau ada yang mirip. Jadikan ia, satu-satunya laguku, lagu malam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, ada sedikit masalah. Dulu senja juga memesan lagu padaku. Dengan banyak nada minor juga. Lagunya berakhir tepat pada nada yang menjadi awal dari lagumu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terkejut. Seperti memekik. Aku ikutmenggigil. Tapi sekejap iapun lembut, seperti aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak bisakah itu dibuat beda?", bisiknya. Aku semakin merasa dekat. Ia yang kutahu dari semula, memang seharusnya selalu berbisik,tak pernah berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa. Tapi berarti aku harus mengubah seluruh komposisi. Itu akan butuh waktu lama, seperti membuat ulang dari awal. Maukah kau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terpekur, mungkin bersedih. Tiba-tiba rambutku, kulitku berselimut embun. Apakah ia menangis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ia tersenyum. Ah, nampaknya aku mulai menyukainya, amat menyukainya. Ia mudah dan pandai mengatur perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm, biarlah jika demikian. Aku tak bisamenunggu lebih lama lagi. Tapi, maukah kau jujur, apakah lagu milik senja itu lebih bagus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku yang tersenyum. Ternyata ia bisa begitu kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak lebih baik dan tak lebih buruk. Tak bisa dibandingkan. Aku membuat lagu untuk senja dalam tempo cepat. Sedang lagumu kubuat lembut. Memang seperti tak bertenaga, tapi enak dinyanyikan. Bahkan walau hanya dengan bersenandung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tersenyum. Lebih manis dari semua senyum yang ada. Lalu akupun meneruskan komposisi itu dan ia menungguiku, memberi semangat padaku. Aku bergelora. Ia bergelora. Aku menulis notasi dengan bersenandung, ia mengiringi. Ah, aku sungguh ingin ini abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ketika kulirik ia, wajahnya memucat. Aku berhenti menulis. Tepat ketika aku hendak menyelesaikan bagian akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, kau sakit?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggeleng lemah. Tanpa kusadari rambut, kulit dan bajuku telah penuh embun. Apakah ia menangis lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau lupa ya, waktuku sudah hampir habis. Tengoklah ke timur", ia mencoba tersenyum walau nampak semakin pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu, tak bisa demikian. Aku tinggal menyelesaikan bagian akhir. Bertahanlah sebentar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak bisa, kekasih. Biarlah bagian akhirnya kuselesaikan sendiri. Jangan bersedih. Kelak, jika aku benar mampu melengkapinya, akan kutunjukkan. Oh ya, aku amat menyukai bagian reff-nya. Itu amat mewakili diriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan sesuatu yang begitu hangat. Apa ia sedang memelukku? Tapi ini tak cukup menghiburku. Ini tak adil, mengapa waktu demikian kejam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya ia benar-benar telah pergi. Kemudian aku meradang dan sebenarnya sangat ingin memaki fajar, tapi tak jadi. Tak baik. Siapa tahu suatu saat fajar akan memesan lagu padaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, entah sudah berapa lama itu terjadi. Ia tak pernah mengabariku, apalagi berkunjung. Sudahkah ia selesaikan bagian akhir lagu itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah malam yang datang, aku tanyakan adakah ia kenal pada sebuah malam lain, malam yang dulu pernah kubuatkan lagu tapi tak sesesai? Sembari malu, kukatakan pula bahwa si malam itu pernah memelukku, serta kami pernah bersama dengan penuh gairah. Adakah pernah bertemu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin pernah, mungkin juga tidak. Banyak sekali malam seperti kami. Kau akan sulit membedakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi ia beda. Amat berbeda. Seharusnya ia merinduku. Bahkan, ah benar, ia pernah memanggilku kekasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tertawa, tapi ditahan seperti tak ingin menyakiti perasaanku. Tapi tetap saja aku tahu ia sedang mentertawakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berharaplah suatu saat ia akan datang. Tapi itu jelas tak mungkin baginya. Ia adalah lalu, dan selamanya begitu. Begini saja. Maukah kau buatkan lagu untukku? Lagu tentang rindu saja, rindu tentang sesuatu yangtak pernah kembali. Dengan melodi yang beda dari semua lagu yang pernah ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu akupun mencipta lagu rindu, tapi tetap dengan tanya menggayut di kepalaku. Bagaimana kekasih malamku yang dulu itu, menyelesaikan bagian akhir lagunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Agustus 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115571293018458198?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115571293018458198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/partitur-setengah-jadi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115571293018458198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115571293018458198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/08/partitur-setengah-jadi.html' title='PARTITUR SETENGAH JADI'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115344483383348661</id><published>2006-07-21T09:16:00.000+08:00</published><updated>2006-07-21T09:20:33.843+08:00</updated><title type='text'>JEMBATAN TUA</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung tua, pemilik tua,&lt;br /&gt;dan jembatan tua.&lt;br /&gt;Sudah berapa lembarkah ditulis,&lt;br /&gt;untuk hari-hari yang lewat? Pada&lt;br /&gt;bangku ulin dan tiang-tiang renta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung tua, pemilik tua,&lt;br /&gt;dan jembatan tua.&lt;br /&gt;Barangkali ada juga cinta.&lt;br /&gt;Cinta sederhana.&lt;br /&gt;Cinta perempuan tua&lt;br /&gt;pada jembatan tua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115344483383348661?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115344483383348661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/07/jembatan-tua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115344483383348661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115344483383348661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/07/jembatan-tua.html' title='JEMBATAN TUA'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115562502246214212</id><published>2006-07-15T14:54:00.000+08:00</published><updated>2006-08-18T07:52:05.320+08:00</updated><title type='text'>SEBAB KAMI HANYALAH ANGKA, BAGIMU</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya tentang sejumlah tubuh, biru&lt;br /&gt;dan lebam. Tersangkut batu, pasir, ranting&lt;br /&gt;dan sampah. Beberapa merintih. Beberapa&lt;br /&gt;diam, selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerit itu bermula dari ujung banda. Lalu&lt;br /&gt;menggema di selatan Jawa. Dan selekas&lt;br /&gt;kau terhenyak, selekas pula kau lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kau rasa, beda airmata dan darah?&lt;br /&gt;Tubuh membusuk dan luka bernanah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aceh, Bantul, Pangandaran:&lt;br /&gt;ada aroma kami di sana. Masih ada:&lt;br /&gt;pada batu, pasir, ranting dan sampah. Benar,&lt;br /&gt;tak hanya di sana. Kami ada di sejumlah&lt;br /&gt;lainnya. Adakah kau hafalkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kami hanyalah angka, bagimu.&lt;br /&gt;Sejumlah angka, yang terus kau nikmati&lt;br /&gt;di layar televisimu. Kau hitung dengan jari&lt;br /&gt;tangan jari kaki lalu karena angka itu tak juga&lt;br /&gt;berhenti sambil meringis kau hitung juga&lt;br /&gt;dengan rambutmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kami hanyalah angka, bagimu.&lt;br /&gt;Seperti rupiah yang tertata rapi di layar&lt;br /&gt;kacamu. Lalu, ah, mari terus bicara.&lt;br /&gt;Mari menabur janji, selagi kita&lt;br /&gt;masih bisa mengibuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kami hanyalah angka, bagimu.&lt;br /&gt;Adakah angka-angka punya rasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Juli 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115562502246214212?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115562502246214212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/07/sebab-kami-hanyalah-angka-bagimu.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115562502246214212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115562502246214212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/07/sebab-kami-hanyalah-angka-bagimu.html' title='SEBAB KAMI HANYALAH ANGKA, BAGIMU'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-115104118053467836</id><published>2006-06-23T13:36:00.000+08:00</published><updated>2006-06-23T13:39:40.543+08:00</updated><title type='text'>RINDU PEREMPUANKU</title><content type='html'>Oleh: Y Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh ini aku telanjang terkapar&lt;br /&gt;sepi, terasing rasa. Gerimis dingin&lt;br /&gt;berlomba menampar, menyeret.&lt;br /&gt;Lalu menggantung sangkut&lt;br /&gt;anganku di paku tiang jemuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, perempuanku. Sebenarnya&lt;br /&gt;aku tak pernah bisa menghapusnya.&lt;br /&gt;Bagai duri menikam, mengiris.&lt;br /&gt;Menghantam lempar aku lelaki&lt;br /&gt;pengecut. Dalam wajah bertopeng&lt;br /&gt;sesal. Merunduk, mengais-ngais&lt;br /&gt;jejak alasan yang telah luntur&lt;br /&gt;disaput gerimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan tahun, perempuanku.&lt;br /&gt;Tak kusanggup untuk tak&lt;br /&gt;berubah rupa. Jalan-jalan batu&lt;br /&gt;berlumut. Tamparan ranting&lt;br /&gt;Eucalyptus. Tanah merah, rimba&lt;br /&gt;perawan. Melukisi aku, darahku&lt;br /&gt;bagai pematung memahati uratku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh ini aku telanjang terkapar.&lt;br /&gt;Gerimis membawa airmata&lt;br /&gt;kerontang. Dan ketika fajar&lt;br /&gt;lembayung membanguniku,&lt;br /&gt;memancang layar di ufuk timur&lt;br /&gt;kau lihatlah:&lt;br /&gt;Aku berlengan keriput. Menyentuh&lt;br /&gt;lututmu dalam sendiri dan berucap,&lt;br /&gt;maafkan aku untuk malam itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Januari 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-115104118053467836?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/115104118053467836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/06/rindu-perempuanku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115104118053467836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/115104118053467836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/06/rindu-perempuanku.html' title='RINDU PEREMPUANKU'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-114525407046754823</id><published>2006-04-17T13:59:00.000+08:00</published><updated>2006-04-17T14:07:50.476+08:00</updated><title type='text'>LAGU UNTUK DIA</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutulis lagu ini, dik, untukmu&lt;br /&gt;tetap dengan cinta yang memar&lt;br /&gt;terkuyup waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gubahanku, dik, tetap saja&lt;br /&gt;tak merdu. dengan melodi&lt;br /&gt;sumbang dan lirik pilu&lt;br /&gt;seperti dulu. seseorang &lt;br /&gt;berkalung gitar bersenandung&lt;br /&gt;di bawah jendela kamarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bukan jamannya lagi, katamu&lt;br /&gt;siapa peduli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku akan terus menyapa&lt;br /&gt;di ujung malam-malammu&lt;br /&gt;seorang pengelana&lt;br /&gt;melempar rindu&lt;br /&gt;jatuh tepat&lt;br /&gt;di peluk mimpimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gitar tua, mari nyanyikan&lt;br /&gt;lagu cinta. untuk dia,&lt;br /&gt;yang takut merindu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 16 April 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-114525407046754823?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/114525407046754823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/04/lagu-untuk-dia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/114525407046754823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/114525407046754823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/04/lagu-untuk-dia.html' title='LAGU UNTUK DIA'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-114481051082559290</id><published>2006-04-12T10:50:00.000+08:00</published><updated>2006-04-12T10:55:10.843+08:00</updated><title type='text'>PELUKIS SEMESTA</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;matahari itu, jika ia kau lukis seperti buah kelapa&lt;br /&gt;maka cukuplah sebuah noktah untuk bumi&lt;br /&gt;lalu, seperti apa akan kau lukis dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kanvasmu adalah semesta&lt;br /&gt;matahari itu akan kau lukis dengan sebuah noktah&lt;br /&gt;dan bumipun tak lagi mampu kau lukis&lt;br /&gt;masihkah ingin kaulukis dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duduklah di sini, lalu kita berenung&lt;br /&gt;adakah ruang lagi, ketika semesta&lt;br /&gt;hanya sebuah titik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;oh ya, benarkah kau telah&lt;br /&gt;melukis matahari? dengan parasnya&lt;br /&gt;yang asli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin bukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia yang kau lukis selepas fajar&lt;br /&gt;adalah matahari bertopeng bedak&lt;br /&gt;seperti perempuan banjar&lt;br /&gt;yang melapis wajahnya dengan pupur dingin&lt;br /&gt;beranjak dari peraduan&lt;br /&gt;kau tak mengenalinya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia yang bernama matahari di lukisan senjamu&lt;br /&gt;adalah seseorang yang hendak pergi,&lt;br /&gt;melambaikan tangan di ujung jalan&lt;br /&gt;kau sulit mengenalinya bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wajah matahari itu, lukislah ia&lt;br /&gt;ketika tepat di atas kepalamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3)&lt;br /&gt;maukah kau melukis sebuah kereta untukku?&lt;br /&gt;tak perlu mewah. tapi buatlah ia mampu&lt;br /&gt;meluncur di antara bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kita berdua buktikan&lt;br /&gt;adakah sebuah taman teduh&lt;br /&gt;di antara gugusan-gugusan yang&lt;br /&gt;meremang di ujung langit itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, barangkali usia kita terbatas&lt;br /&gt;kita akan meninggal bahkan ketika&lt;br /&gt;kereta masih meluncur&lt;br /&gt;kita akan ada di alam lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam lain? tunggu!&lt;br /&gt;apakah itu ada di semesta yang ini juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 12 April 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-114481051082559290?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/114481051082559290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/04/pelukis-semesta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/114481051082559290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/114481051082559290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/04/pelukis-semesta.html' title='PELUKIS SEMESTA'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-113944235638204899</id><published>2006-02-09T07:42:00.000+08:00</published><updated>2006-02-09T07:45:56.396+08:00</updated><title type='text'>CATATAN KISAH USANG</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kunamai kau camar sebab di matamu kutemukan laut&lt;br /&gt;kulayari hari-hari seperti pelaut mabuk&lt;br /&gt;menelusurimu pada pantai yang menyisakan kenang&lt;br /&gt;cintaku, cinta pelayar sesat&lt;br /&gt;dalam perjalanan tanpa peta dan mimpi&lt;br /&gt;sekejap, matamu adalah savanna&lt;br /&gt;lalu aku memilih menjadi karnivora terliar&lt;br /&gt;yang mengajarkanmu tarian purba&lt;br /&gt;seperti tarian satwa di padang botswana&lt;br /&gt;dan di ujungnya, ketika nafasmu&lt;br /&gt;adalah satu-satunya oase yang tersisa&lt;br /&gt;aku memilih berlari, mencuri mimpi dari pelukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kunamai kau salju sebab dalam dekapmu aku beku&lt;br /&gt;kita dua makhluk kutub yang menggigil mencari hangat&lt;br /&gt;lalu secepat es mencair kita tergagap dalam ambigu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kunamai kau api sebab dalam cintamu aku terbakar&lt;br /&gt;dan kita berdansa dalam gairah yang meleleh&lt;br /&gt;yang menjelma seonggok abu dalam perapian sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan kita seperti roman setengah hati&lt;br /&gt;seperti puisi kering penyair kesiangan&lt;br /&gt;yang menulis larik-larik liar tanpa makna&lt;br /&gt;dari pantai yang beda aku mengirimmu rindu&lt;br /&gt;yang dicipta dari malam-malam gelap&lt;br /&gt;dan warna-warna yang kupungut&lt;br /&gt;dari pucuk ombak yang berlompatan&lt;br /&gt;mahakam, o, mahakam&lt;br /&gt;bila anginmu dari selatan, apa yang kau bawa?&lt;br /&gt;cinta kelam dan rindu usang&lt;br /&gt;seusang catatan, yang tak ingin dilupa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 09/02/06&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-113944235638204899?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/113944235638204899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/02/catatan-kisah-usang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/113944235638204899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/113944235638204899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/02/catatan-kisah-usang.html' title='CATATAN KISAH USANG'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-113937597411682048</id><published>2006-02-08T13:16:00.000+08:00</published><updated>2006-02-08T13:27:24.376+08:00</updated><title type='text'>AKUPUN MENGIRIM TANGIS</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;seperti laron&lt;br /&gt;riuh berhambur&lt;br /&gt;mengejar sesorot cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti laron&lt;br /&gt;riuh berkejaran&lt;br /&gt;ketika hujan temaram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi, itu sesaat&lt;br /&gt;esok laron-laron akan luruh&lt;br /&gt;lalu mati, diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu musim hujan depan&lt;br /&gt;laron-laron akan berhambur lagi&lt;br /&gt;:laron-laron yang beda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;setiap kematian&lt;br /&gt;barangkali memang untuk ditangisi&lt;br /&gt;bahkan ketika kita&lt;br /&gt;tak punya lagi sisa airmata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga kelak,&lt;br /&gt;ketika seseorang akan menangis untuk kita&lt;br /&gt;lalu tangis-tangis untuk anak kita&lt;br /&gt;tangis-tangis yang akan terus berulang&lt;br /&gt;tangis-tangis yang dituliskan&lt;br /&gt;pada tiap dinding jaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbi, bahkan senyatanya&lt;br /&gt;kami hanyalah setitik debu&lt;br /&gt;dalam putaran kehidupan&lt;br /&gt;yang Kau cipta ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 8 Feb 2006&lt;br /&gt;** untuk W dan F, aku berduka&lt;br /&gt;untuk kepergian ibu dan ayah kalian **&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-113937597411682048?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/113937597411682048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/02/akupun-mengirim-tangis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/113937597411682048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/113937597411682048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/02/akupun-mengirim-tangis.html' title='AKUPUN MENGIRIM TANGIS'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-113824647848261680</id><published>2006-01-26T11:31:00.000+08:00</published><updated>2006-02-08T13:26:37.293+08:00</updated><title type='text'>DI SINI, SURGA ITU BERNAMA MAHAKAM</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ombak pecah beriak&lt;br /&gt;bermain lemparan&lt;br /&gt;wajah rembulan&lt;br /&gt;terayun dipantul&lt;br /&gt;bagai kanak berebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perahu kecil bermain meniti buih&lt;br /&gt;berpacu ketinting riang menderak malam&lt;br /&gt;kapal pedagang tak tergoyah ombak&lt;br /&gt;bersenandung hening penjelajah sungai&lt;br /&gt;ponton batubara merayap&lt;br /&gt;serupa bukit berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lampu-lampu terhampar&lt;br /&gt;bagai kunang-kunang menggoda malam&lt;br /&gt;bagai kerling si jelita&lt;br /&gt;berkerlip di atmosfir beraroma jingga&lt;br /&gt;menyuguhiku secawan anggur&lt;br /&gt;mengagumkanku, bagai tak putus&lt;br /&gt;mengecilkanku, bagai debu di tiang dermaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rohku menggelepar&lt;br /&gt;dalam dahaga tak terpuasi&lt;br /&gt;kuhirup angin gunung, kuhirup angin sungai&lt;br /&gt;kuhirup angin rawa, kuhirup angin danau&lt;br /&gt;menggelembung dalam paruku&lt;br /&gt;membawaku melayang dan kutelanjangi&lt;br /&gt;keindahan berkelok&lt;br /&gt;di temaram lampu jalan&lt;br /&gt;di sini, surga itu bernama mahakam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Januari 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-113824647848261680?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/113824647848261680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/01/di-sini-surga-itu-bernama-mahakam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/113824647848261680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/113824647848261680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2006/01/di-sini-surga-itu-bernama-mahakam.html' title='DI SINI, SURGA ITU BERNAMA MAHAKAM'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-112061664352348741</id><published>2005-07-03T10:22:00.000+08:00</published><updated>2005-08-15T08:08:52.750+08:00</updated><title type='text'>OPERA SEPERTIGA MALAM</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki yang menghela nafas panjang&lt;br /&gt;bahkan sejak malam masih berwarna senja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kau hanya mencintai rasa cintamu untukku&lt;br /&gt;dan itu sama sekali bukan tentang aku&lt;br /&gt;itu rasa, bukan aku!&lt;br /&gt;dan hanya untuk rasa itulah&lt;br /&gt;kau perlu aku ada di sini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki itu tak melirik, diambilnya sebatang&lt;br /&gt;kretek dan sejenak kemudian dia telah tenggelam&lt;br /&gt;dalam lingkaran asap yang berputar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan katakanlah, lelakiku&lt;br /&gt;adakah, adakah lukisan tubuhku&lt;br /&gt;dalam birahimu?&lt;br /&gt;pentingkah aku dalam tubuh itu&lt;br /&gt;bagimu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki itu tak berkedip&lt;br /&gt;asap yang bergulung telah menjelma&lt;br /&gt;lukisan pesta yang tak abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"barangkali aku kering bagimu,&lt;br /&gt;dan kau muak karenanya&lt;br /&gt;tapi aku takkan pernah berdandan&lt;br /&gt;seperti topeng perempuan malam&lt;br /&gt;di pinggir tepian mahakam, yang tariannya&lt;br /&gt;telah mengisi dengusmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki itu suram, jari tangannya&lt;br /&gt;mengetuk kaki meja berulang kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"esok, sebelum mentari ada&lt;br /&gt;aku pergi! itu akan melegakanmu&lt;br /&gt;jangan pandangi dia, tak sebanding denganmu&lt;br /&gt;dia tak cinta aku, cinta dalam perspektifmu&lt;br /&gt;dia hanya berusaha ada dalam nafasku,&lt;br /&gt;demikianpun aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki itu tersungkur&lt;br /&gt;sinar rembulan menguak jendela&lt;br /&gt;malam menyisakan seonggok puntung rokok&lt;br /&gt;dan foto pernikahan usang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 3 Juli 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-112061664352348741?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/112061664352348741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2005/07/opera-sepertiga-malam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/112061664352348741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/112061664352348741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2005/07/opera-sepertiga-malam.html' title='OPERA SEPERTIGA MALAM'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-112055106371732700</id><published>2005-06-14T16:06:00.000+08:00</published><updated>2005-07-05T16:11:03.720+08:00</updated><title type='text'>SIMPANG EMPAT AIR PUTIH</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang tertegun di sudut simpang&lt;br /&gt;termangu di bawah temaram lampu jalan&lt;br /&gt;waktu telah mencuri darinya&lt;br /&gt;seorang lelaki yang ketinggalan taksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bang udin, juragan ikan bakar itu&lt;br /&gt;telah pula berambut dua warna&lt;br /&gt;seperti warna kehidupan yang telah direguk&lt;br /&gt;di antara aroma asap patin bakar dan peluh&lt;br /&gt;para sopir bertelanjang dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dulu, dulu sekali&lt;br /&gt;terngianglah gurauan itu:&lt;br /&gt;"berikan nomor-nomor jitu dari komputermu&lt;br /&gt;kau bisa makan gratis sebulan di sini&lt;br /&gt;dan keponakanku yang dari handil itu&lt;br /&gt;bolehlah kau pacari"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, abang udin&lt;br /&gt;kalau aku bisa, mungkin kubeli sendiri&lt;br /&gt;tapi keponakan yang dari handil itu&lt;br /&gt;senyumnya memang menawan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;// ini sebuah simpang dalam putaran waktu&lt;br /&gt;ketika dulu para petani teluk dalam dan sebulu&lt;br /&gt;beradu janji dengan pedagang segiri dan pasar pagi&lt;br /&gt;inilah perbatasan, ketika mobil-mobil sayur dan palawija&lt;br /&gt;datang memecah sunyi,&lt;br /&gt;membanguni kota yang terkantuk //&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pria itu melangkah dengan tangan terkepal&lt;br /&gt;ada yang harus ditemukan&lt;br /&gt;seorang belia yang dulu bermain tali&lt;br /&gt;pernah menggayutinya dengan tangan-tangan kecil&lt;br /&gt;yang menghapuskan penat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, dia harus meneliti setiap wajah&lt;br /&gt;wajah-wajah yang menatap asing&lt;br /&gt;dalam temaram lampu jalan&lt;br /&gt;adakah yang suka bermain tali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan juga wajah tua itu&lt;br /&gt;bang udin, masihkah akan kau kenali aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 14 Juni 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-112055106371732700?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/112055106371732700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2005/06/simpang-empat-air-putih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/112055106371732700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/112055106371732700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2005/06/simpang-empat-air-putih.html' title='SIMPANG EMPAT AIR PUTIH'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-112055417025455364</id><published>2005-06-08T17:00:00.000+08:00</published><updated>2005-07-05T17:02:50.260+08:00</updated><title type='text'>SKETSA DUKA</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duka itu adalah&lt;br /&gt;malam-malam yang kering&lt;br /&gt;dengan kegetiran yang mengiris&lt;br /&gt;ditiupkan dari langit dan awan hitam&lt;br /&gt;yang berarak tanpa arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duka itu adalah&lt;br /&gt;seorang pria yang memunguti serpihan masa kecil&lt;br /&gt;seperti pengembara yang menghitung&lt;br /&gt;dedaun kering yang dihamburkan angin&lt;br /&gt;dari musim yang asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepanjang samarinda-sepinggan&lt;br /&gt;hanyalah noktah-noktah kegelapan&lt;br /&gt;dan goresan kelam pada kanvas usang&lt;br /&gt;bungurasih, mojokerto, kediri&lt;br /&gt;pun hanyalah tulisan-tulisan tanpa arti&lt;br /&gt;dalam labirin kesenyapan tanpa tepi&lt;br /&gt;aku mengigaukanmu, kak&lt;br /&gt;bersama tangisan malam dan nyanyian parau&lt;br /&gt;yang berderit di antara ranting kering&lt;br /&gt;dalam lukisan hitam tanpa bayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;airmata ini telah berganti darah&lt;br /&gt;dan mengering menjelma pahatan bisu&lt;br /&gt;meretak dalam dada lelaki yang terkulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepergianmu kak, adalah ribuan panah&lt;br /&gt;yang menancapi ulu hati tanpa sisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu, rindu itu adalah&lt;br /&gt;sebuah padang di negeri silam&lt;br /&gt;dengan nyanyian angin yang meniupi&lt;br /&gt;pucuk-pucuk kemuning dan rerumput liar&lt;br /&gt;dan aku, si kanak yang merengek&lt;br /&gt;menggayuti lenganmu&lt;br /&gt;ingin menjadi belalang dan kupu-kupu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepergianmu adalah kejamnya waktu&lt;br /&gt;yang melindas masa lalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baiklah, kakak&lt;br /&gt;kurelakan kepergianmu&lt;br /&gt;temuilah Dia&lt;br /&gt;aku akan menyusulmu, kelak&lt;br /&gt;mungkin sebagai kanak lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 8 Juni 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-112055417025455364?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/112055417025455364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2005/06/sketsa-duka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/112055417025455364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/112055417025455364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2005/06/sketsa-duka.html' title='SKETSA DUKA'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111865163441141518</id><published>2004-12-23T17:27:00.000+08:00</published><updated>2005-06-13T16:39:38.903+08:00</updated><title type='text'>PEREMPUAN JEMBATAN</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia selalu mencium bau hyena&lt;br /&gt;pada setiap aroma tubuh lelaki&lt;br /&gt;maka selalu ditutupnyalah segala hal yang indah&lt;br /&gt;ketika makhluk itu ada di sekitarnya&lt;br /&gt;dengan dengkingan-dengkingan&lt;br /&gt;yang memuakkan juga mengirim kengerian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika malam tak selalu ramah&lt;br /&gt;maka mimpinya adalah memanah seekor hyena&lt;br /&gt;lalu mengirisnya tipis-tipis&lt;br /&gt;memanggangnya dengan nyala dendam&lt;br /&gt;dan menjajakannya di tepian jembatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan itu sedang memaki rembulan&lt;br /&gt;ketika arakan mega tak lagi menutup rimbun beringin&lt;br /&gt;tempat ia memasang perangkap mangsanya&lt;br /&gt;:seekor hyena tua, yang terhuyung&lt;br /&gt;dengan ekor yang terkulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, perempuan ini menantang malam&lt;br /&gt;ia yang tak butuh cermin untuk berdandan&lt;br /&gt;sebab hyena hanya gemar bangkai&lt;br /&gt;dan aroma kebusukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan, akupun hyena di matanya&lt;br /&gt;meski sesungguhnya tatapku adalah iba&lt;br /&gt;dan segera matanya berkilat&lt;br /&gt;diraihnya anak panah berkarat&lt;br /&gt;dan membidik lurus-lurus&lt;br /&gt;padaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 23 Desember 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;"sejenis anjing afrika, spesialis pemakan bangkai&lt;br /&gt;bentuknya unik dengan bulu agak bertotol hitam kusam&lt;br /&gt;suka mendengking dengan irama yang menyayat&lt;br /&gt;sering di-indonesiakan dengan istilah anjing buduk"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu, di hari ibu itu&lt;br /&gt;ketika semua orang mencipta puisi seharum melati untuk ibunda&lt;br /&gt;aku masih melihat sosok itu&lt;br /&gt;perempuan malam, di sudut jembatan&lt;br /&gt;barangkali ia telah mengisi malam dengan tangis panjang yang tak disuarakan&lt;br /&gt;barangkali ia telah mengurung dendam bertahun-tahun&lt;br /&gt;dan segenap geramnya adalah pada lelaki yang telah mencabiknya&lt;br /&gt;persis seperti hyena yang mengoyak tubuh rusa&lt;br /&gt;dan hari ibu itu,&lt;br /&gt;barangkali tak sempat juga dinikmatinya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111865163441141518?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111865163441141518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/12/perempuan-jembatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111865163441141518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111865163441141518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/12/perempuan-jembatan.html' title='PEREMPUAN JEMBATAN'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741266848947927</id><published>2004-10-14T08:15:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T17:57:39.063+08:00</updated><title type='text'>CENDAWAN JINGGA DI PUNCAK MERAPI</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ini bukan tentang Mahakam, tapi mampu kutulis karena percikan riak Mahakam. Puisi ini kutulis untuk kawan Aulia Muttaqin, seorang penulis yang telah mencipta cerpen dengan judul yang sama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertemuan kita, Shella&lt;br /&gt;seperti sebaris rumput kering yang tersaput embun&lt;br /&gt;lalu memudar ketika mentari menampakkan sinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berceritalah tentang apa saja&lt;br /&gt;apapun itu adalah tak penting untukku&lt;br /&gt;sebab aku terlalu sibuk&lt;br /&gt;menghitung setiap ruas bulu matamu&lt;br /&gt;juga sebentuk bibirmu yang kulukiskan&lt;br /&gt;bagai bilahan rona mawar di taman yang basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan jalan terjal berbatu ini&lt;br /&gt;hanyalah permadani indah yang kulangkahi&lt;br /&gt;sebab genggam tanganmu mengalirkan kehangatan&lt;br /&gt;dan menusuk terdalam&lt;br /&gt;keringnya hati perantau seberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan pernah paksa aku memilih&lt;br /&gt;adakah, adakah yang terindah&lt;br /&gt;bunga rumput liar yang bermahkota embun,&lt;br /&gt;nyanyian murai yang menari di dahan jati&lt;br /&gt;atau, gerai rambut hitammu yang dimainkan angin?&lt;br /&gt;lalu akupun belajar menyimak&lt;br /&gt;nyanyian hati yang kaukirimkan&lt;br /&gt;lewat dua mata bening itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ini, gadis&lt;br /&gt;sepanjang perjalanan&lt;br /&gt;kita hidupkan rindu&lt;br /&gt;di antara gundukan-gundukan batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti juga pagi&lt;br /&gt;yang kerap enggan menjadi siang&lt;br /&gt;maka akupun menyesali bergegasnya mentari&lt;br /&gt;juga cendawan jingga yang perlahan meremang&lt;br /&gt;membubung keperakan di puncak merapi&lt;br /&gt;lalu demikianlah, kita sepakat menitipkan&lt;br /&gt;satu dua kenangan di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika mentari sepenggalah&lt;br /&gt;kitapun segera beranjak dari mimpi&lt;br /&gt;menyadari jarak yang terentang&lt;br /&gt;di antara bukit-bukit di puncak merapi&lt;br /&gt;juga jarak yang perlahan tercipta&lt;br /&gt;di antara hati kita&lt;br /&gt;yang galau mengeja&lt;br /&gt;satu kata: perpisahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Oktober 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741266848947927?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741266848947927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/10/cendawan-jingga-di-puncak-merapi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741266848947927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741266848947927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/10/cendawan-jingga-di-puncak-merapi.html' title='CENDAWAN JINGGA DI PUNCAK MERAPI'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111724675497384496</id><published>2004-06-11T10:03:00.000+08:00</published><updated>2005-05-28T12:49:05.633+08:00</updated><title type='text'>KOTA INI MENYUKAIMU</title><content type='html'>(untuk gadis D, pengganti souvenir yang tak sempat kukirim)&lt;br /&gt;Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;sebatang sungai berkelok di antara hati yang meragu&lt;br /&gt;dan di muaranya aku masih saja memilin&lt;br /&gt;pintalan cerita dengan akhir yang selalu ambigu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barangkali masih ingin kuceritakan lebih lengkap lagi&lt;br /&gt;tentang bisikan daun-daun gmelina&lt;br /&gt;dan keluh kesahnya tentang hujan&lt;br /&gt;yang tak mampu didekapnya erat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barangkali aku masih juga ingin mengajakmu&lt;br /&gt;menghitung kerlip lampu yang berjajar di sepanjang mahakam ini&lt;br /&gt;dan kitapun segera menjadi kanak&lt;br /&gt;yang berlari riang bermandi cahayanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barangkali ada yang ingin jujur dikatakan:&lt;br /&gt;( senyum klatenmu&lt;br /&gt;dengan kacamata minus itu&lt;br /&gt;sungguh telah mempayaukan perasaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;seperti pucuk gmelina itu&lt;br /&gt;yang tak pernah bisa bersandiwara pada embun&lt;br /&gt;tentang musim kemarau dan musim hujan&lt;br /&gt;juga ketika angin utara dan angin selatan&lt;br /&gt;menghampirinya dengan kisah yang selalu berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka dengan ketinting yang kudayung&lt;br /&gt;aku akan mengantarmu seperti punggawa kerajaan silam&lt;br /&gt;mengitari sudut negeri dengan perhelatan pesta semu&lt;br /&gt;bersama perantau gunung dan pengembara savana&lt;br /&gt;saling bertukar cindera mata, dengan hati dan jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kita sapa dinginnya dinding bukit gunung lipan&lt;br /&gt;dengan canda tawa yang digemakan&lt;br /&gt;oleh tiang-tiang jembatan&lt;br /&gt;aku katakan: kota ini menyukaimu!&lt;br /&gt;( senyum klatenmu&lt;br /&gt;dengan kacamata minus itu&lt;br /&gt;akan selalu ditunggu di sini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3)&lt;br /&gt;bahkan pertemuan ini masih menyisakan gundah&lt;br /&gt;seperti teriakan serangga sawah yang kehilangan hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu akupun belajar menghargai perpisahan&lt;br /&gt;sebuah sungai, di antara senyummu&lt;br /&gt;dan kerinduanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarlah cerita ini dititipkan&lt;br /&gt;pada musim yang pergi&lt;br /&gt;setelahnya ijinkan aku menelusuri sendiri&lt;br /&gt;jejak yang telah diburamkan&lt;br /&gt;oleh hujan perpisahan di ujung musim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terlena dalam lamunan itu&lt;br /&gt;ketika tiba-tiba senyummu berkelebat&lt;br /&gt;meninggalkan sebuah goresan panjang di langitku&lt;br /&gt;yang tak pernah ingin kuhapuskan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Juni 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111724675497384496?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111724675497384496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/06/kota-ini-menyukaimu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111724675497384496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111724675497384496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/06/kota-ini-menyukaimu.html' title='KOTA INI MENYUKAIMU'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111725708998476354</id><published>2004-06-10T13:08:00.000+08:00</published><updated>2006-01-26T11:26:43.556+08:00</updated><title type='text'>PERJALANAN (3)</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun berkemas&lt;br /&gt;melipat senyum di dalam koper&lt;br /&gt;:selamat berjumpa kembali dengan debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perpisahan ini tak akan dikenang&lt;br /&gt;seperti daun yang jatuh ditiup angin&lt;br /&gt;seekor tupai dan ranting akasia&lt;br /&gt;meringkuk ditelan sepi&lt;br /&gt;seperti keringnya mimpi kami&lt;br /&gt;tentang warna-warna emas bulir padi&lt;br /&gt;dan sekawan pipit yang bernyanyi&lt;br /&gt;tentang panen dan orang-orangan sawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali kami menghitung debu&lt;br /&gt;kaca kendaraan hanyalah bentangan&lt;br /&gt;kanvas coklat yang buram&lt;br /&gt;roda yang menderik dan debu yang bergulung,&lt;br /&gt;seperti inikah negeri sihir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kali terakhir,&lt;br /&gt;kami menyapa ladang kering dan rumput liar&lt;br /&gt;dengan mimpi yang tak lagi disuarakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 9 Juni 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111725708998476354?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111725708998476354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/06/perjalanan-3.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725708998476354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725708998476354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/06/perjalanan-3.html' title='PERJALANAN (3)'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111725690794914105</id><published>2004-06-09T13:04:00.000+08:00</published><updated>2006-01-26T11:24:34.176+08:00</updated><title type='text'>PERJALANAN (2)</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mahoni tua itu ternyata masih mengenaliku&lt;br /&gt;dan segera saja kami akrab berkelakar&lt;br /&gt;tentang lelaki yang hatinya gersang&lt;br /&gt;seperti tebing-tebing kapur&lt;br /&gt;dengan garis hitam melintang di kejauhan&lt;br /&gt;lalu aku bilang: anginmu kering&lt;br /&gt;seperti musimmu yang kering&lt;br /&gt;bahkan hujan semalampun&lt;br /&gt;adalah hujan yang meradang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan layaknya arus di riam udang&lt;br /&gt;ceritamupun mengalir deras ke uratku&lt;br /&gt;tentang rimbamu dulu yang bagai dongeng&lt;br /&gt;dengan mata air dari kayangan&lt;br /&gt;burung-burung dan siamang yang bergelantungan&lt;br /&gt;juga hantu-hantu pulau kumala&lt;br /&gt;yang mengunjungimu di akhir pekan&lt;br /&gt;aku katakan: itu lalu!&lt;br /&gt;rimba-rimba itu telah lari&lt;br /&gt;dikejar para pendatang&lt;br /&gt;pulau itupun, kau tak mengenalinya pula&lt;br /&gt;maka, inilah kau&lt;br /&gt;yang tersisa dari mimpi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ceritakan tentang banjir di kotaku&lt;br /&gt;banjir yang menggelepar&lt;br /&gt;banjir yang menggenang&lt;br /&gt;dari tetesan liur para pemburu proyek&lt;br /&gt;menghajar gunung dan menimbun rawa&lt;br /&gt;maka, inilah kita&lt;br /&gt;yang tersisa dari mimpi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 8 Juni 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111725690794914105?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111725690794914105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/06/perjalanan-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725690794914105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725690794914105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/06/perjalanan-2.html' title='PERJALANAN (2)'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111725667203161339</id><published>2004-06-08T13:01:00.000+08:00</published><updated>2006-01-26T11:20:48.906+08:00</updated><title type='text'>PERJALANAN (1)</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;samarinda - teluk dalam - sebulu&lt;br /&gt;berjam-jam kami mengeja debu&lt;br /&gt;matahari telah mengupas atap kendaraan&lt;br /&gt;juga menggosongkan kepala para pekerja kayu&lt;br /&gt;:ini khatulistiwa yang sebenarnya!&lt;br /&gt;lalu kamipun mentertawakan semak-semak&lt;br /&gt;di sisi jalan berdahan dan berdaun debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musim yang gelisah,&lt;br /&gt;segelisah hati para transmigran&lt;br /&gt;mengganti lembu dengan truk-truk kayu&lt;br /&gt;mengganti lumbung padi dengan mini-sawmill&lt;br /&gt;lalu batang-batang padipun&lt;br /&gt;hanyalah artefak mimpi yang tak jadi&lt;br /&gt;mimpi yang memimpikan mimpi&lt;br /&gt;seperti lagu yang ringan: &lt;br /&gt;  transmigran tak bertani&lt;br /&gt;  transmigran tak berladang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamipun menziarahi rerumputan liar&lt;br /&gt;dengan senyum dan duka yang beradu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 7 Juni 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111725667203161339?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111725667203161339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/06/perjalanan-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725667203161339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725667203161339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/06/perjalanan-1.html' title='PERJALANAN (1)'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111725773689504170</id><published>2004-05-19T13:17:00.000+08:00</published><updated>2005-05-28T13:22:16.896+08:00</updated><title type='text'>KOTA INI SAKIT JIWA</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang gadis telah berpisah dengan air mata&lt;br /&gt;dilipatnya selaput dara lalu bergegas ke pasar lelang&lt;br /&gt;seorang lagi ketawa sendiri&lt;br /&gt;di depan cermin bermimpi kawin dengan matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di pertigaan muara&lt;br /&gt;seorang anak jalanan telah memanah matahari&lt;br /&gt;matahari yang terluka lapor ke polisi&lt;br /&gt;dicatat petugas jaga, tunggu&lt;br /&gt;semua pasukan lagi di lapangan&lt;br /&gt;menjaga pasar lelang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tempat lain&lt;br /&gt;seorang pejabat telah memperkosa keadilan&lt;br /&gt;lalu mencampakkannya terkangkang di tikungan jalan&lt;br /&gt;anak-anak jalanan datang menghibur&lt;br /&gt;keadilan bangkit merangkul anak jalanan&lt;br /&gt;lalu bergegas lari tak tahan baunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di pasar lelang&lt;br /&gt;para pria memegangi tali kolor&lt;br /&gt;dengan aroma seperti siluman gunung lipan&lt;br /&gt;lalu riuh rendahlah tawar menawar itu&lt;br /&gt;dengan lembaran uang bergambar banjir&lt;br /&gt;dan bukit-bukit yang teriris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di depan kantor gubernur&lt;br /&gt;anak-anak jalanan mengacungkan kepalan tangan&lt;br /&gt;kami tak takut matahari!&lt;br /&gt;kami tak takut matahari!&lt;br /&gt;sebab sebenarnyalah kami ini&lt;br /&gt;anak matahariyang tak pernah diakui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malamnya, di sudut tepian itu&lt;br /&gt;seorang ibu tua di tengah-tengah transaksi&lt;br /&gt;jagung bakar dan susu kental manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rembulan pergi dengan mata berlinang&lt;br /&gt;:kota ini sakit jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 18 Mei 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111725773689504170?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111725773689504170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/05/kota-ini-sakit-jiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725773689504170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725773689504170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/05/kota-ini-sakit-jiwa.html' title='KOTA INI SAKIT JIWA'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111725746538976245</id><published>2004-05-18T13:13:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T09:44:00.513+08:00</updated><title type='text'>SEBUAH PESAN</title><content type='html'>(untuk Bramantyo Wibisono)&lt;br /&gt;Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi ini kau kejutkan kami semua&lt;br /&gt;kau berdiri! meski tanganmu masih lekat di meja&lt;br /&gt;tak lagi kau merayap, merangkak dan berguling&lt;br /&gt;mengelilingi dunia tumbuhmu&lt;br /&gt;sebentar lagi tinggalkan meja itu nak&lt;br /&gt;juga tinggalkan sebentar tangan mamamu&lt;br /&gt;cobalah melangkah, dengan kaki sendiri&lt;br /&gt;meski berat tapi banggalah&lt;br /&gt;kau lelaki berjalan dengan kaki sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelak,&lt;br /&gt;tak usah bercita jadi politikus&lt;br /&gt;   kalau hanya pandai berkicau dan jualan janji&lt;br /&gt;tak perlu juga bercita jadi pengacara, jaksa apalagi hakim&lt;br /&gt;   kalau bisanya hanya berdagang keadilan&lt;br /&gt;tak perlu juga bercita jadi wartawan&lt;br /&gt;   kalau hanya pandai menjual fakta untuk sebuah amplop&lt;br /&gt;juga tak perlu bercita jadi polisi juga tentara&lt;br /&gt;   kalau kerjanya tak lebih dari preman pasar pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika terpaksa nak, dan kau tak bisa mengelak&lt;br /&gt;jalanilah dengan nurani, nurani dan nurani&lt;br /&gt;sebab bangsa ini telah lama tak punya nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan pernah takut menentang arus&lt;br /&gt;sebab jika kau sendirian dalam kebenaran&lt;br /&gt;maka Tuhanlah di sebelahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah kami tiupkan cinta pada tiap helai rambutmu&lt;br /&gt;agar kelak kau pun bisa cinta sesama&lt;br /&gt;telah pula kami tiupkan doa di pembuluh darahmu&lt;br /&gt;agar kelak kau tak pernah lupa pada Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kau bertanya mesti bercita apa&lt;br /&gt;maka, bercitalah jadi lelaki&lt;br /&gt;yang sebenar-benarnya lelaki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 17 Mei 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111725746538976245?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111725746538976245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/05/sebuah-pesan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725746538976245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725746538976245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/05/sebuah-pesan.html' title='SEBUAH PESAN'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111725548276699835</id><published>2004-05-17T12:39:00.000+08:00</published><updated>2005-05-28T12:47:45.200+08:00</updated><title type='text'>SEBUAH RINDU</title><content type='html'>(untuk gadis T yang akan berhari jadi)&lt;br /&gt;Oleh Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angin dan kabut tiba-tiba menjelmakan bayangmu di kaca jendela&lt;br /&gt;dengan gaun yang meniupkan seribu kenangan&lt;br /&gt;aku menggigil, melayang dan lesap&lt;br /&gt;di sudut pagi yang membekukan tulang belulang&lt;br /&gt;di belasan bukit yang terlewat, ngarai-ngarai yang terkubur&lt;br /&gt;dengan inspirasi yang dihamburkan seperti daun musim gugur&lt;br /&gt;hanyalah sketsa buram dari lukisan yang tak pernah jadi&lt;br /&gt;aku lelaki, melarikan mimpi dari perjalanan kita yang tak jadi dimulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah negeri tiba-tiba saja memberi kehidupan&lt;br /&gt;dan demikianlah lagu itu&lt;br /&gt;mahakam yang bernyanyi, mahakam yang merindui&lt;br /&gt;bersama kapal yang lewat, dengarlah kolaburasi kami&lt;br /&gt;masih saja yang tercipta adalah sajak sunyi&lt;br /&gt;dan sungai yang mengalirkan kepiluan&lt;br /&gt;:tetap saja aku mengingatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti pesta suku terasing&lt;br /&gt;aku menarikan rindu dalam gairah terliar&lt;br /&gt;dan bertakzim pada lukisan-lukisan batu di situs bisu&lt;br /&gt;yang dilempar dari sisa pertemuan kita&lt;br /&gt;aku berdansa bersama api sunyi dan bara yang memerahkan sepi&lt;br /&gt;angin, serangga, hutan dan semua yang menunggu mentari&lt;br /&gt;kami memekik seperti lolong hyena yang berlari&lt;br /&gt;mengejar setiap mimpi yang terlewati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angin dan kabut tiba-tiba menjelmakan bayangmu di kaca jendela&lt;br /&gt;dengan gaun yang meniupkan seribu kenangan&lt;br /&gt;aku tercabik ketika sebuah malam menikam anganku&lt;br /&gt;dengan pisau yang disimpan dari masa lalu&lt;br /&gt;kita berdua, dalam kereta yang terpisah di tikungan takdir&lt;br /&gt;dengan tangis dan tawa yang kita larungkan di pantai selatan&lt;br /&gt;bersama tatapmu yang tetap membius lamunan&lt;br /&gt;lalu janji itu pun seperti jeruji&lt;br /&gt;yang dihampar dalam penjara waktu&lt;br /&gt;dan lenyap menjelma sepotong lirik&lt;br /&gt;yang dibawa camar ke lautmu&lt;br /&gt;:tetap saja aku merindumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, 16 Mei 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111725548276699835?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111725548276699835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/05/sebuah-rindu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725548276699835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725548276699835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/05/sebuah-rindu.html' title='SEBUAH RINDU'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111725596849894464</id><published>2004-03-10T13:50:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T17:56:24.716+08:00</updated><title type='text'>RINDUNYA HITAM</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baginya, rindu itu sudah begitu menggelora&lt;br /&gt;dipintalnya dengan airmata,&lt;br /&gt;dibungkusnya dengan kasih&lt;br /&gt;dan dihantarkannya padamu dengan malu, kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi disadarinya rindunya rindu hitam&lt;br /&gt;mengucap namamupun dia tak berani&lt;br /&gt;membayangkanmupun dia bersembunyi&lt;br /&gt;maka, ditaruhnya rindu itu di atas pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Maret 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan:&lt;br /&gt;gadis kecil dekat rumahku sedang memendam rindu, rindu yang terlarang. tingkahnya yang malu menggoda jariku untuk menulis puisi ini untuknya, untuk anak rambut yang sesekali disibaknya sambil menghitung kelopak bunga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111725596849894464?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111725596849894464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/03/rindunya-hitam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725596849894464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725596849894464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/03/rindunya-hitam.html' title='RINDUNYA HITAM'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111725627301224076</id><published>2004-03-05T13:52:00.000+08:00</published><updated>2006-01-26T11:30:55.783+08:00</updated><title type='text'>MIMPIKU DI BUMI ETAM</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mimpiku di bumi etam&lt;br /&gt;adalah pertiwi yang bernanah&lt;br /&gt;darah menetes, gaunnya terkoyak&lt;br /&gt;tercabik-cabik ranting kering&lt;br /&gt;lalu menyisa luka hitam&lt;br /&gt;dan airmata kerontang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mimpiku di bumi etam&lt;br /&gt;adalah bukit-bukit yang terpanah rebah&lt;br /&gt;rimba perawan yang terjamah kasar&lt;br /&gt;terlentang hingga berbilur&lt;br /&gt;rimba yang ditelanjangi&lt;br /&gt;dan kita jumawa di atasnya&lt;br /&gt;mengacungkan tongkat sihir&lt;br /&gt;meniup serpihan tanah&lt;br /&gt;   menjadi hamburan permata&lt;br /&gt;   bagi tuan dan nyonya&lt;br /&gt;   menjelma surga semu&lt;br /&gt;   untuk jelata yang terlupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mimpiku di bumi etam&lt;br /&gt;adalah tanah yang berkeringat&lt;br /&gt;dengan peluh yang bertimbun&lt;br /&gt;merayap di selokan kota&lt;br /&gt;bercampur liur&lt;br /&gt;di bibir membiru yang gusar&lt;br /&gt;lalu, peluh dan liur itu membuncah&lt;br /&gt;menjelma sepetak telaga hitam buram&lt;br /&gt;menghampiri kita dengan jeritan&lt;br /&gt;yang menyayat musim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan, di ujung mimpiku&lt;br /&gt;debu trotoar menghampiri&lt;br /&gt;dan membisikku satu rahasia:&lt;br /&gt;di sini, tak pernah ada mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka semenjaknya,&lt;br /&gt;aku takut bermimpi di sini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samarinda, Maret 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;aku saksikan developer gencar meratakan tanah, aku lihat gedung-gedungbertumbuhan seperti jamur di awal musim, aku juga lihat lumpur-lumpurmemenuhi selokan jalan, banjir hujan mengantarkan sampah busuk melintasi hidung kita. kutulis puisi ini karena aku cinta bumi etam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111725627301224076?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111725627301224076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/03/mimpiku-di-bumi-etam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725627301224076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111725627301224076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/03/mimpiku-di-bumi-etam.html' title='MIMPIKU DI BUMI ETAM'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741717278853023</id><published>2004-01-02T10:38:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T17:45:09.833+08:00</updated><title type='text'>KONTRADIKSI, AKU - HAN</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita ngobrol di sudut café itu&lt;br /&gt;berseberangan meja&lt;br /&gt;aku, dengan segenap lelahku&lt;br /&gt;menarikmu dalam perbincangan yang kaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;marilah, Han&lt;br /&gt;kita ukur dalamnya rentang ini&lt;br /&gt;engkau di utara dan aku di selatan cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangan ini adalah persahabatan&lt;br /&gt;andai kau percaya&lt;br /&gt;kurenangi hatimu, ketelusuri matamu&lt;br /&gt;kau tak hangat benar, Han&lt;br /&gt;jiwamu liar gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanah ini tanah kita&lt;br /&gt;kita hirup udara yang satu dalam nafas kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Han, baiklah memang&lt;br /&gt;aku bikin garis di meja kita&lt;br /&gt;menembus lantai, dinding dan atap café ini&lt;br /&gt;ini aku, di seberangmu&lt;br /&gt;yang bersedekap dan membisu&lt;br /&gt;aku, patung batu&lt;br /&gt;dan kau porselen mengkilat yang gelisah&lt;br /&gt;kita akan lewati diskusi panjang dengan diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau lihat,&lt;br /&gt;kutenggak gelas ini dua kali teguk&lt;br /&gt;dan kau begitu lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jabat tangan ini, mungkin terakhir&lt;br /&gt;dan kita keluar café&lt;br /&gt;lewat pintu yang beda …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jakarta, Citraland, 1997)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741717278853023?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741717278853023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/kontradiksi-aku-han.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741717278853023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741717278853023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/kontradiksi-aku-han.html' title='KONTRADIKSI, AKU - HAN'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741705406423208</id><published>2004-01-02T10:36:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T17:47:28.326+08:00</updated><title type='text'>INI AKU, ANAKMU</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa ini adalah rajutan kalian, aduhai&lt;br /&gt;merangkai do’a di sudut malam&lt;br /&gt;menitip sembah bakti pada sang angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Samarinda, 1998)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741705406423208?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741705406423208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/ini-aku-anakmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741705406423208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741705406423208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/ini-aku-anakmu.html' title='INI AKU, ANAKMU'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741696192668681</id><published>2004-01-02T10:34:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T17:47:57.186+08:00</updated><title type='text'>KINI KUTAHU</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah kuingin menentang matahari&lt;br /&gt;dan sentuhkan telunjukku agar dia padam&lt;br /&gt;ada saatnya pernah juga hendak kupanggil rembulan&lt;br /&gt;kubelai agar sinarnya tak redup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah hendak kuratakan pegunungan&lt;br /&gt;dan mengubur rapat lembah-lembah yang bisu&lt;br /&gt;pernah juga ingin kuhirup samudera&lt;br /&gt;semburkan airnya ke gurun yang terkapar dahaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kini kutahu yang kubutuhkan&lt;br /&gt;setangkai mawar merah&lt;br /&gt;damai merasuk di sukmaku&lt;br /&gt;kucium dan kubawa melayang ke angkasa merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Samarinda, 1997)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741696192668681?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741696192668681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/kini-kutahu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741696192668681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741696192668681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/kini-kutahu.html' title='KINI KUTAHU'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741672238069619</id><published>2004-01-02T10:30:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T09:32:02.380+08:00</updated><title type='text'>PAGI, KABUT DAN BIMBANGKU</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan rerumputan dan bening air kolam,&lt;br /&gt;selamat pagi ...&lt;br /&gt;bersama rindang ranting pohon dan kabut tipis ini&lt;br /&gt;ingin kumanja semua rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata kail yang terayun ringan&lt;br /&gt;terpercik indah dalam bias mentari pagi&lt;br /&gt;menabur harap pada yang riang berenang di sana&lt;br /&gt;datanglah dan sudilah makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa yang tak jua menyatu dalam kesempurnaan pagi ini&lt;br /&gt;mencoba tertatih mengenang yang pernah ada&lt;br /&gt;seakan tersesat saat kucoba berlari&lt;br /&gt;dan sadarkan&lt;br /&gt;tiga tahun telah terlewati&lt;br /&gt;pergi bersama kabut yang ditepis sang angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kau adinda,&lt;br /&gt;akankah kutemukan di bening matamu,&lt;br /&gt;setangkai cinta dalam keharuman&lt;br /&gt;(yang kudambakan sekuat karang pantai selatan?)&lt;br /&gt;sementara&lt;br /&gt;hati ini kerap berubah warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sudut pagi yang berhiaskan kemilau embun&lt;br /&gt;kucoba lantangkan kegetiran ini&lt;br /&gt;janji,&lt;br /&gt;benarkah hanya terali besi&lt;br /&gt;yang kan membelenggu&lt;br /&gt;dan hempaskan diri dalam kesedihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi, kabut dan&lt;br /&gt;aku termangu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Samarinda: Lempake, 12 Mei 1996)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741672238069619?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741672238069619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/pagi-kabut-dan-bimbangku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741672238069619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741672238069619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/pagi-kabut-dan-bimbangku.html' title='PAGI, KABUT DAN BIMBANGKU'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741641169140233</id><published>2004-01-02T10:25:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T09:26:51.693+08:00</updated><title type='text'>GALAU</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melangkah pelan&lt;br /&gt;dibawah gerimis sore&lt;br /&gt;samar, aku cari damai&lt;br /&gt;:meski hati dirajam selaksa tanya, adakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerimis yang kian deras&lt;br /&gt;kasar menerpa lembar anganku&lt;br /&gt;tak kurasa&lt;br /&gt;meski hati menjerit lirih&lt;br /&gt;perih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerimis yang kian deras juga&lt;br /&gt;seakan mengajak berpaling&lt;br /&gt;menyeringai pada batas duka lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi yang lelah menadah&lt;br /&gt;kian terkuyup ditelan sepi&lt;br /&gt;dan dinginpun&lt;br /&gt;kian menusuk hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Trenggalek, 1989)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741641169140233?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741641169140233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/galau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741641169140233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741641169140233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/galau.html' title='GALAU'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741626256281188</id><published>2004-01-02T10:23:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T09:24:22.563+08:00</updated><title type='text'>PASTI</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemilau embun di atas daun&lt;br /&gt;adalah setiaku yang abadi&lt;br /&gt;di lintas kemarau&lt;br /&gt;dalam deras hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;badai yang datang sebelum waktunya&lt;br /&gt;adalah tawa yang manja&lt;br /&gt;pada hati yang tiada lelah&lt;br /&gt;merajut cinta dalam simpul-simpul do’a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dekapanku yang panjang&lt;br /&gt;takkan terenggut&lt;br /&gt;sebab,&lt;br /&gt;kasihku kupahat di atas pelangi&lt;br /&gt;pada awan&lt;br /&gt;pada langit&lt;br /&gt;pada sayap-sayap camar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Surabaya, 1990)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741626256281188?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741626256281188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/pasti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741626256281188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741626256281188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/pasti.html' title='PASTI'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741618951534314</id><published>2004-01-02T10:22:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T09:42:42.406+08:00</updated><title type='text'>PADANYA, DENGAN HARAP</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulukis hujan dalam warna suram&lt;br /&gt;gurat lemah di atas bukit&lt;br /&gt;adalah gerimis yang tersisa&lt;br /&gt;di batas malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf, senjamu terlukis berupa-rupa&lt;br /&gt;lalu membias tanpa pesan&lt;br /&gt;bagai hamburan asaku&lt;br /&gt;bertabur-lebur, bersama angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulukis hujan dalam warna kelam&lt;br /&gt;gurat biru di langitku&lt;br /&gt;adalah hati yang pasrah mengharap&lt;br /&gt;andai kau tak suka&lt;br /&gt;kan kuganti dengan bercak merah&lt;br /&gt;jangan cemas tintaku kan habis&lt;br /&gt;sebab, aku masih punya darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Semarang, Hotel Islam, Februari 1991)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741618951534314?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741618951534314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/padanya-dengan-harap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741618951534314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741618951534314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/padanya-dengan-harap.html' title='PADANYA, DENGAN HARAP'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13230241.post-111741608124129860</id><published>2004-01-02T10:20:00.000+08:00</published><updated>2005-05-30T09:21:21.246+08:00</updated><title type='text'>JINGGA</title><content type='html'>Oleh: Y. Wibisono&lt;br /&gt;(Kutulis untuk Jack)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemah…&lt;br /&gt;saat jemari bergetar&lt;br /&gt;seperti dulu&lt;br /&gt;aku tetap tak mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Malang, Ketawanggede, 1989)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13230241-111741608124129860?l=tembang-mahakam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/feeds/111741608124129860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/jingga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741608124129860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13230241/posts/default/111741608124129860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tembang-mahakam.blogspot.com/2004/01/jingga.html' title='JINGGA'/><author><name>Y Wibisono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18019738720939562491</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_mrrgGNkfbig/SPL887hbs2I/AAAAAAAAAAs/_byWFfDpNfk/S220/YWB1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
